{"id":419,"date":"2022-08-23T13:30:01","date_gmt":"2022-08-23T04:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/?p=419"},"modified":"2022-09-13T16:42:17","modified_gmt":"2022-09-13T07:42:17","slug":"tips-menghemat-pengeluaran-makan-dijepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/blog\/makanan\/tips-menghemat-pengeluaran-makan-dijepang\/","title":{"rendered":"9 Tips untuk menghemat Pengeluaran Anggaran Makan di Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>9 TIPS PENTING UNTUK MENGURANGI PENGELUARAN MAKANAN ANDA DI JEPANG\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-580\" src=\"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan-300x300.png 300w, https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan-1024x1024.png 1024w, https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan-150x150.png 150w, https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan-768x768.png 768w, https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/F116-Tips-menghemat-anggaran-makanan.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ketika datang ke Jepang, orang asing langsung memikirkan kata &#8220;mahal&#8221;. Apalagi buat yang baru datang ke Jepang, kalau di convert semuanya ke mata uang negara asal, semuanya di sini dijamin 100% &#8220;mahal banget&#8221;. Biaya makan adalah salah satu pengeluaran utama dalam biaya hidup bulanan. Oleh karena itu, bagaimana Anda berdua bisa makan cukup untuk tetap sehat sekaligus menghemat uang? Pada artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda 9 tips penting untuk menghemat uang untuk pengeluaran makanan bulanan Anda di Jepang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Memasak sendiri di rumah:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saat tinggal di Jepang, memasak di rumah akan menghemat banyak uang dibandingkan dengan makan di luar. Untuk membayar makanan biasa di restoran biasa di Jepang, Anda juga harus merogoh kocek minimal sekitar 10 dolar untuk sekali makan. Jadi, sepanjang hari, Anda akan membayar sekitar 30 dolar untuk 3 kali makan. Kalau dipikir-pikir, makan bulanan akan sangat mahal. Namun, ketika Anda memasak di rumah atau memasak dengan teman sekamar Anda untuk membagi makanan, biayanya akan jauh berkurang, dan Anda bisa makan berbagai makanan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tips lainnya adalah Anda harus memasak sekali, membaginya untuk dimasukkan ke dalam freezer, sehingga akan menghemat waktu, listrik, dan gas Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Berbelanja di penghujung hari:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di \u200b\u200bsupermarket di Jepang, sekitar pukul 19:00 atau 20:00, semua makanan segar didiskon 30% ~ 50% atau lebih tergantung pada jenis makanannya. Ini adalah kesempatan Anda untuk pergi ke supermarket untuk membeli makanan untuk makan hari berikutnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Supermarket Jepang sering membubuhkan stempel pada setiap makanan segar untuk menunjukkan bahwa makanan tersebut paling baik sebelum tanggal yang tertulis di stempel. Setelah tanggal tersebut, meskipun makanan tersebut masih dalam masa kadaluarsa dan masih dapat dimakan, namun ini bukan lagi waktu yang tepat untuk makan, sehingga akan dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Oleh karena itu, untuk menghemat uang, Anda dapat membeli makanan yang sudah melewati tanggal tetapi masih dalam masa kadaluarsa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Beli makanan impor:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Daripada membeli produk buatan Jepang, Anda bisa membeli makanan impor dari Kanada, AS, Italia, atau negara Asia lainnya karena harganya 20% ~ 40% lebih murah daripada produk dalam negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Bawa makanan kering saat pergi ke Jepang:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saat pertama kali datang ke Jepang, Anda bisa menyiapkan makanan kering untuk waktu yang lama untuk dimakan. Misalnya: terasi, ikan kering, dll. Cara ini juga akan membantu Anda menghemat uang untuk membeli makanan di Jepang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Beli sayuran dan buah-buahan di toko kecil:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Meskipun sayuran di toko kecil atau toko tak berawak tidak beragam dan dikemas dengan baik seperti di supermarket besar, mereka memiliki kualitas yang sama dan bahkan lebih segar. Anda dapat menemukan sayuran dan buah-buahan di toko-toko ini untuk menghemat lebih banyak uang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Namun perlu diingat untuk membawa koin ekstra karena banyak toko yang tidak memiliki kasir, hanya membayar dengan memasukkan koin ke dalam kotak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Beli beras di supermarket grosir:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Anda bisa membeli beras di supermarket grosir seperti Gyomu, Hanamasa atau Donkihote karena harganya akan sedikit lebih murah. Selain itu, kamu juga bisa mengajak lebih banyak teman dan kenalan untuk membeli bersama agar harga terbagi, karena membeli 10kg atau lebih akan lebih murah daripada membeli hanya sekitar 3-5 kg.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Manfaatkan promosi:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sebagian besar supermarket besar akan mengadakan hari khusus yang menawarkan diskon 3% &#8211; 5% untuk semua harga, promosi eksklusif untuk keanggotaan atau diskon umum untuk ikan, daging, dll. Harap perhatikan pemberitahuan supermarket dan catat jika diperlukan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Manfaatkan kartu loyalitas:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Setiap kali Anda pergi ke supermarket di Jepang, Anda biasanya akan mendapatkan sekitar 1% dari total nilai pesanan. Oleh karena itu, ingatlah untuk membawa kartu loyalitas untuk mencatat poin kredit yang diberikan untuk uang yang dihabiskan. Dengan cara ini, meskipun mungkin memakan waktu lama, ini sangat berguna ketika Anda tidak memiliki banyak uang di dompet Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Menanam sayuran Anda sendiri:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Anda dapat online untuk mempelajari cara menanam sayuran yang mudah ditanam dan dimasak. Karena harga sayuran di Jepang jauh lebih mahal daripada di negara lain, jika Anda tahu cara menanam sayuran untuk dimakan, Anda bisa menghemat banyak uang.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>9 TIPS PENTING UNTUK MENGURANGI PENGELUARAN MAKANAN ANDA DI JEPANG\u00a0 Ketika datang ke Jepang, orang asing langsung memikirkan kata &#8220;mahal&#8221;. Apalagi buat yang baru datang ke Jepang, kalau di convert semuanya ke mata uang negara asal, semuanya di sini dijamin 100% &#8220;mahal banget&#8221;. Biaya makan adalah salah satu pengeluaran utama dalam biaya hidup bulanan. Oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[20,6,22],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":582,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419\/revisions\/582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}