{"id":450,"date":"2022-08-23T14:58:29","date_gmt":"2022-08-23T05:58:29","guid":{"rendered":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/?p=450"},"modified":"2022-09-29T14:54:26","modified_gmt":"2022-09-29T05:54:26","slug":"apa-itu-pajak-konsumsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/blog\/artikel-informatif\/apa-itu-pajak-konsumsi\/","title":{"rendered":"APA ITU PAJAK KONSUMSI?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>APA ITU PAJAK KONSUMSI?<\/b><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-615\" src=\"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pajak-konsumsi-300x132.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"132\" srcset=\"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pajak-konsumsi-300x132.png 300w, https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pajak-konsumsi.png 749w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Peraturan tentang pajak dan biaya di Jepang cukup berbeda, sehingga banyak orang asing yang kesulitan memahami sistem pajak saat berbelanja di Jepang, dan banyak orang asing yang merasa bahwa barang yang mereka beli mahal karena terlalu banyak tambahan biaya. Namun, apakah benar demikian? Pada artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda peraturan tentang pajak konsumsi di Jepang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Apa itu pajak konsumsi? Proses kenaikan pajak konsumsi di Jepang<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pajak konsumsi (PPN) adalah pajak yang harus Anda bayarkan saat membeli barang atau jasa. Di sebagian besar negara, pajak konsumsi saat ini adalah 10% dan biasanya dihitung langsung ke dalam biaya setiap produk atau layanan. Artinya, dengan harga rak setiap produk yang dipajang di supermarket, pajak ini sudah termasuk. Sebaliknya, di beberapa toko di Jepang, pajak konsumsi seringkali dipisahkan dari biaya produk dan akan diringkas dalam baris terpisah di kwitansi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Selanjutnya, mari kita lihat proses kenaikan pajak konsumsi di Jepang!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maret 1989: Menerapkan sistem pajak konsumsi 3%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">April 1997: Menaikkan pajak dari 3% menjadi 5%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">April 2014: Menaikkan pajak dari 5% menjadi 8%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Oktober 2015: Direncanakan menaikkan pajak dari 8% menjadi 10% tetapi ditunda akhir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Oktober 2019: Pajak yang dinaikkan secara resmi dari 8% menjadi 10%\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>&#8220;Pembebasan PPN&#8221; di Jepang<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Pembebasan PPN&#8221; berarti bahwa produk atau tempat tertentu yang termasuk dalam kategori khusus akan dikenakan tarif pajak yang lebih murah, hanya 8%. Kategori tersebut meliputi:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Majalah berkala (Koran atau majalah diterbitkan 2 kali atau lebih dalam seminggu)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Take away\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Toko kelontong Toko<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Obat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pusat Perbelanjaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jika Anda membeli makanan dan minuman di toko serba ada dan menggunakan Eat-in Space, &#8220;pembebasan PPN&#8221; tidak berlaku berlaku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">PPN tidak berlaku untuk makanan dan minuman di toko<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><b>Pembebasan pajak<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">konsumsi untuk turis asing Pembebasan pajak konsumsi untuk turis asing dimulai pada Oktober 2014, dan diubah pada Mei 2016 untuk membuat belanja lebih nyaman bagi turis. Siapapun yang datang ke Jepang dengan visa jangka pendek dibebaskan dari pajak di toko-toko dengan tanda bebas pajak. Kategori bebas pajak meliputi:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Barang Rumah Tangga Barang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Habis Pakai (seperti kertas, pulpen, hadiah, pakaian, dll.)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jumlah total &#8220;Barang Rumah Tangga&#8221; dan &#8220;Barang Habis&#8221; yang dibeli dalam satu hari atau di toko yang sama harus lebih dari 5.000 yen untuk mendapatkan pembebasan pajak. Anda dapat memilih untuk membayar \u201cBarang Rumah Tangga\u201d dan \u201cBarang Habis\u201d secara terpisah atau bersama-sama. Bahan habis pakai akan dimasukkan ke dalam paket khusus (dengan label jika dibuka), Anda tidak boleh membuka paket sebelum membawanya ke luar Jepang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Semoga artikel di atas dapat memberikan pengetahuan dasar tentang pajak konsumsi di Jepang. Silakan nikmati waktu Anda bersama Jepang!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>APA ITU PAJAK KONSUMSI? Peraturan tentang pajak dan biaya di Jepang cukup berbeda, sehingga banyak orang asing yang kesulitan memahami sistem pajak saat berbelanja di Jepang, dan banyak orang asing yang merasa bahwa barang yang mereka beli mahal karena terlalu banyak tambahan biaya. Namun, apakah benar demikian? Pada artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[20,22],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=450"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":616,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions\/616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wabisabi.media\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}